lalu? kenapa berjuang?

January 1st, 2008

Dulu waktu masih kecil, saya percaya bahwa semua orang itu baik. Dan saya juga percaya bahwa semua orang senang kedamaian dan mau berkorban untuk sesama. Saya tumbuh besar dan mulai bekernalan satu per satu dengan kekejaman dunia.

Ketika saya mulai belajar mengabdikan diri untuk orang lain saya begitu tersenetak kaget karena tidak semua orang senang dan bangga melihat apa yang saya lakukan. Termasuk keluarga saya sendiri. Puncaknya tahun 2004 akhir, saya imarahi karena lebih memilih nongkrong di posko aceh daripada diam di rumah. Saya nangis sepanjang jalan pulang, tidak terima mengapa bisa kejadian seperti itu.

Sejak itu saya tahu, mereka yang memilih jalur keras adalah kelainan-kelainan yang bergerak-gerak bebas. Saya selalu mengagumi mereka dan jatuh hati pada mereka. Dan begitulah saya menyaksikan (dan kadang merasakan) kesuksesan dan kekecewaan yang timbul tenggelam. Saya lebih banyak kecewa. :( lalu saya sampai di satu titik kritis itu.

"njing, kalau buat ngurusin orang-orang gila macam ini, ngapain gw di sini??!!!"

[perjuangan?? taik kucing...]

dan hati saya tetap di situ.. hanya hati tapi. tenaga dan pikiran masih jalan2.. hohohoho.. x)

Banyak orang bilang, mencintai tidak butuh alasan. Dan itulah akhirnya, berjuang tidak butuh alasan karena pada dasarnya, berjuang adalah bentuk cinta yang paling dalam pada kehidupan ini. Bila dunia tidak sebegitu mengerikan seperti ini saya yakin untuk mencintai tidak butuh perjuangan, karena mencintai adalah kehidupan sehari-hari.

Berjuang tidak butuh alasan apa pun selain karena cinta akan kehidupan. Kalau berjuang yang berlandaskan kebencian? yah, beberapa memang berjuang karena kebencian. Tapi bukankah kebencian juga berangkat akan kecintaan atas sesuatu jua?

Apakah yang kamu cintai hingga kamu ingin berjuang? Dan semenjak cinta itu satu arah dan tak menuntun balas, maka cinta sudah cukup menjadi alasan untuk berjuang. Titik Habis. Saya mencintai kehidupan. Saya masih berusaha menegarkan diri untuk berjuang..




One Response to “lalu? kenapa berjuang?”

  1.   viez on February 13, 2008 12:02 am

    masalahah PLTSa nih. ditya klo mank cma nak” lo ja iank g setuju tu g bakal rubah keputuzan pemerintah.
    mungkin jga warga BDG bnyak iank setuju

Comments RSS

Leave a Reply

Name (required)

Email (required)

Website

Speak your mind