janji mengejar mas-mas
ini kebiasaan buruk gw..
bikin janji dan melupakannya begitu saja..
mending ke satu orang, ini ke beberapa orang..
hiks..
maaf ya..
tadi malam nonton film mengejar mas-mas..
film menarik dengan latar belakang kota jogja…
eksotis..
emosi gw sekarang masih emosi film itu..
dan ada kalimat yang ngena di gw..
"angkat kepala lo kalo lo tahu lo benar.."
ya sounds so lah..
tapi kebenaran itu kan sesuatu yang relatif..
gw pingin ngangkat kepala gw..
seperti dulu, ketika semuanya begitu mapan dan mulus,,
sekarang? agak zig-zag..
mungkin memang harus mengejar mas-mas dulu, karena matahari ga perlu dikejar..
hahahaha…
unclassified,, gj sih,, hehe | Comment (1)ambisi
suatu sore, tiba2 hanief bertanya kepada gita:
"sebenernya ambisi lo apa sih?"
zing….
gita menjawa dengan penuh keyakinan..
"ga ada, gw itu orang yang ga punya ambisi…"
..
kalo lo ga punya ambisi, terus ngapain lo capek2 kuliah dan ga mau bolos, capek2 begadang ngerjain tugas padahal bisa dikerjain temen sekelompok yang lain, ngapain capek2 latian psm 4 hari seminggu malem pula, ngapain capek2 belajar PPC ampe nginep2 segala, ngapain bela2in rapat pm sore2 sama orang yang belum lo kenal..
..
emang ambisi itu apa sih.. maksud gw, gw memang punya tujuan, tapi gw ga berambisi dengan tujuan itu. jadi bener kan kalo gw bilang gw itu orang tanpa ambisi. gw sedang tidak segitu2nya pada sesuatu.
..
lalu apa bedanya ambisi sama cita2? kadang sedring denger kalimat kayak gini kan: "ambisi gw adalah mencapai cita2 gw,," atau "cita2 gw adalah mewujudkan ambisi gw", kok gw jadi berpikir ambisi dan cita-cita sama ya. ato memang sinonim? tapi kalo ambisi tuh kesannya pake nafsu gitu, maniak, harus diwujudkan, sama kayak obsesi… ngomong2, banyak kan kata dalam bahasa indonesia yang menjelaskan hal serupa. sebut saja: cita-cita, ambisi, obsesi, mimpi.. apakah keempat hal ini merujuk pada hal yang sama?
..
[tanya google]
..
bless google, ternyata ada artikel yang ditulis oleh ibu Tika, membahas persis apa yang lagi gw pertanyakan.. hihihi.. lucu ya..
nah, ternyata begini,,,
impian/cita2 adalah hal yang lo inginkan tapi cuma ada di kepala lo doang.
ambisi adalah cita-cita atau impian yang udah lo transfer dalam bentuk rencana terstruktur untuk mencapainya.
obsesi adalah dorongan berlebihan untuk mencapai ambisi. Jadi ga cuma sekedar merencanakan, tapi harus tercapai.
jadi gw udah salah mengartikan ambisi, makanya gw bisa dengan santai ngejawab ga ada. karena di kepala gw, definisi ambisi itu sama kayak obsesi..
..
[anggaplah kejadian kemaren terulang lagi]
..
tiba2 hanief bertanya kepada gita:
"sebenernya ambisi lo apa sih?"
zing….
gita menjawa dengan penuh keyakinan..
"mengerjakan dan memulai rumah belajar PM di tahun ajaran ini, lulus 2 tahun lagi dan bisa kerja di bidang yang memungkinkan gw bayarin uang sekolah adek gw, tapi ga bikin gw jadi pengecut. hahahaha…."
Uncategorized | Comment (1)Hari kesegaran jasmani
tadi pagi, ada Tugas Pendahuluan praktikum yang harus dikumpulkan jam 8 pagi. Terus, karena ada sebuah kegiatan penting yang dilaksanakan amat terlambat oleh salah seorang sahabat baik gw, toilawati, maka gw dan sindy berbaik hati untuk membantunya di menit2 terakhir. Ternayata kebaikan hati itu haruus dibayar dengan lari-lari sepanjang jalan dago dan lari2 lagi dari gerbang belakang suapaya laporannya tidak dikumpulkan tepat waktu.
Tak pa2 lah.. lari bikin sehat.
Tadi sore jam setengah tujuh, waktu mau pulang, gw ngecek dompet dan ternyata duit yang tersisa tinggal 500 rupiah. gutbay gelap nyawang, gutbay dayang sumbi. gw harus menahan lapar dan jalan ke atm di simpang dago.
begitu nyampe atmnya..
zing….
lampu mati, atmnya juga.
no money, no angkot, no dinner di simpang.
Berjalanlah gw dari simpang dago ke atm yang ada di dekat kosan gw.. baju gw basah. dasyat memang keringat yang gw keluarkan..
zing….
tapi kok basahnya basah semua ya?
kemudian gw baru sadar kalo ternyata sedang gerimis!!! jadi baju terasa basah semua karena memang sedang gerimis entah sejak kapan..
dan begitulah hari ini diselesaikan, jalan kaki di tengah gerimis plus tas yang berat karena di dalamnya ada bedworth dan sipper dari kampus menuju kosan..
ta pa2lah.. jalan juga bikin sehat.
cerita,, | Comment (0)Musim hujan lagi
Hujan selalu membawa aura magis buat gw. Dan untuk dua hujan terakhir -yang membuat jaket himpunan waterproof di luar tapi basah di dalam- gw betul-betul menikmatinya. Walaupun tidak betul sama sekali, gw senang karena langit menangis untuk gw..
Perasaan kayak gini kejam lo. Karena di saat yang bersamaan banyak orang yang kesusahan karena hujan. Yang ga punya rumah, yang belum makan 3 hari, yang baru kena gempa. Kayak waktu banjir jakarta 2002. Gw lupa ada di mana, tapi gw ingat, di tengah-tengah tempat pengungsian yagn sumpek dan kotor dan bau, berbagai macam peristiwa terjadi karena HUJAN. Mulai dari orang sakit dan ga bisa diapa2in (ga mungkin ngebawa dia pake pick up secara hujan deres!!), orang kesurupan, kelaperan (nasi bungkusnya basah dan ga layak makan lagi…), kedinginan tanpa baju ganti (baju yang dibawa buat mereka sama basahnya), perlatan elektronik rusak (entah apanya tapi ga bisa komunikasi cepet dengan pos lainnya)..Jelas hujan adalah perusak segala rencana yang sudah susah payah disusun berjam2jam sebelumnya,,, Sejak saat itu gw hormat sama yang namanya relawan.
Gw juga inget hampir 2 tahun yang lalu, forum itb 05 bagiin makanan buat anak jalanan sepanjang dago di tengah hujan lebat. Pake acara berantem sama preman setempat. Pulangnya basah kuyup. dingin pula. Alhasil alergi gw kumat.. huhuhu..
Terus, pernah juga pada suatu hujan, gw main hujan di Sunken, begitu puas, mesen kopi dan mi goreng di depan PSIK.. Kalo yang ini gw ga tahu kapan bisa begini lagi.. hihihi..
Hujan.. Hujan… Itu tanda sayang bukan? Ya, gw selalu mengenang sebuah hujan 24 desember pagi 2005.. dia cuma datang dan bilang "everthing’s gona be ok" lalu pergi..
And if it rain all day, call on you i’ll call on you, lik i used to. Sit down beside and wrape you in stories… itu kalo katanya elbow soal hujan…
Kalo lagi kacau, dan merasa semuanya berantakan, gw selalu pingin hujan turun. Gerimis juga ga pa-pa.. Mungkin damai rasanya, menyebar dalam setiap rintiknya terus jatuh merata ke tanah..
kayak lagunya ace of base..
Cause everytime it’s rain, i fall to pieces. So many memories the rain releases…
Yeah… musim hujan sudah datang. Artinya, sendal jepit selalu di tas, bawa jahim, dan miyak kayu putih.
Musm hujan, selamat datang lagi
how much is too much?
too much love..
too much pain..
too much tear..
too much care..
how much is too much?
Uncategorized | Comment (0)sudoku dan anak jalanan
Ketika sedang ngelamun nungguin teman-teman pm buat rapat jumat siang jam setengah dua di cc, tiba-tiba gw inget bahwa gw membawa gam sudoku digital. Jadi bentuknya kayak gameboy, tapi gamesnya cuma ada sudoku doang.
It’s realy additive for me.. Parahlah.. sekali main, ga bisa berhenti. Apalagi kalau ada yang susah banget..
Langsunglah gw keluarkan dari tas dan bermainlah gw sambil nunggu orang-orang datang. Dan entah kenapa, sambil main itu, pikiran gw meloncat-loncat ke artikel yang gw baca di kompas pagi ini soal anak jalanan. Di usia yang sangat dini mereka bermain-mainnya di jalanan sambil nyari duit buat disetor. Gimana kalo mereka diajarin aja main sudoku? Supaya walau ga pernah sekolah, logikanya terasah. Nalarnya jalan..
Di jakarta, mau ada perda yang ngelarang penduduknya memberi sedekah buat para pengemis / anak jalanan. Kalau begitu, berarti keberadaan pengemis diakui dan dimantapkan secara ga langsung dong? dan terpisah dari penduduk jakarta??
Maka tembok antara yang kaya berpunya dengan yang muiskin buanget benar-benar terbangun sudah. Lalu kita akan mencela dan mencemooh mereka karena mereka free sex dan ngelahirin anak buat dijadiin pengemis? Menuduh mereka ga bernoral dan ga berperasaan? Dan kita merasa sah memutus segala kenyamanan mereka, walau itu cuma kolong jembatan, walau itu cuma sekolah gratis, walau itu cuma sedekah, hanya karena kita, sebagai kalangan terdidik memiliki standard sendiri tentang mana yang baik dan mana yang buruk?
Tapi dapatkah diterima bila mereka dengan sesuka hati memasang muka lugu memelas setiap hari dan pulang membawa uang yang jauh lebih besar dari buruh-buruh pabrik yang kerja keras di tengah lingkungan pabrik ala Indonesia yang safetynya kelas terendah? Dapatkah dibenarkan bahwa yang ga pernah sekolah bisa hisup lebih "mapan" dibanding mereka yang pernah sekolah? Dapatkah diterima bahwa belas kasih yang basa-basi dari orang kebanyakan ternyata sudah membangung peradaban baru yang tidak menjunjung tinggi harkat manusia yang mampu mencipta, bukan sekedar minta-minta!
Yang bisa gratis jadi mahal.
Yang bisa gampang jadi susah.
Yang bisa sehat jadi sakit.
Yang bisa sembuh jadi mati.
Yang uda bego tambah goblok.
Yang bisa pinter buntut2nya goblok juga.
Yang manusia diusir-usir
Yang kayak rusa disayang-sayang..
See… hidup di Indonesia, apalagi di JAKARTA, logikanya itu hampir ga ada.. Kalau mau pake logika, bisa gila tinggal di sana lama-lama.
Jadi, supaya kehidupan jalanan jakarta berkurang, berikan mereka LOGIKA!! asah logikanya dengan permainan sudoku supaya mereka ga betah tinggal di tempat yang tidak berlogika..
hohoho…
just a thought..
just a konyol thought..
:p
Uncategorized | Comments (3)waktu pulang
Masa berat yang gw alami tidak kunjung berakhir…. Dan akhirnya rabu kemarin gw menyerah… pulang.. ngomong sama mama, dan entah siapa yang mengatur, papa juga pulang hari itu sehingga papa juga tahu..
Walau pun begitu berat dan malu menghadapi situasi ini, tapi mama dan papa begitu menenangkan gw..
"ini masalah bersama, dan kamu harus tahu kalau papa dan mama selalu mendukung kamu. JANGAN DENDAM kepada siapapun. Yang berlalu biarlah berlalu. Tidak ada gunanya. Sekarang kuncinya ada di KAMU. Kamu harus kuat. Dan Papa Mama tidak akan mengubah kebebasan yang sudah dikasih ke kamu.. Kamu sudah menunjukan pertanggungjawaban akan itu. Papa ga menyesal memberikan kamu kesempatan dan kebebasan yang sudah-sudah.. Kamu mendapatkan sesuatu dari sana. Papa dan mama sedih, itu sudah pasti, tapi yang penting sekarang kita hadapi ini bareng-bareng sebagai sebuah keluarga…"
[dan karena hidup itu indah, aku menangis sepuas-puasnya.. -sapardi-]
Uncategorized | Comment (0)home circuit
setiap pembalap pasti punya home circuit sendiri, tempat mereka pulang untuk merenung atau ketika sedang frustasi..
so, gitaditya, where is your home circuit?
it is now really frustating ..
already want to go home?
[thx avi]
it's tea time | Comment (0)s/m/l [girls talk]
s = sempit
m = muat
l = longgar
– yah, kalo badan segede gw mah, m = maksa,,,
wakakakakak…
dicetuskan oleh arlene dan sindy, diceritakan kembali oleh sindy kepada
dita, novi, gea, titis dan dwi pada suatu siang sebelum asistensi pti
di depan rk.
habib jangan nakal
ini cerita tentang salah seorang anak yang sering gw ajar di taboo, dao pojok. Habib namanya. Sekarang duduk di kelas 2 sd.
Gw sering memikirkan dia, karena dia nakal banget. Godain temennya, mukul, berantem, mlorotin celana temennya, makan di depan orang puasa, ga mau dengerin yang dibilang, buang sampah semabrangan, sampe pura-pura nangis. Aduh, semua hal yang lo benci dari anak kecil ada di dia… Gw sudah mencoba segala cara, mulai dari jadi kakak baik, kakak pengertian, kakak jahat, kakak sewot, sampai terakhir: kakak cuek. Tapi nakalnya tetep aja begitu..
HIks.. sampai sedih. Tapi apa itu salah dia? APa itu cuam cara untuk melampiaskan frustasinya akan perhatian yang tidak kunjung dia dapatkan? Kayak gimana nanti dia kalo udah besar? Sampai kapan dia bakal nakal kayak gini?
Tadi tangis gw hampir meledak di depan dia yang baru saja membuat gw kesal lalu memandangi gw dengan tatapan ga berdosa… Di tengah semua masalah dan badai hidup gw, gw amemilih untuk menatap matanya lurus2 " Habib kenapa sih nakal kayak gini. Orang lain kan jadi kesel sama habib." Dan tanpa terduga, dia malah tidur2an di pangkuan gw…
Gw tiba2 menjadi semakin kacau amburadul secara mental.. entah pengalaman batin macam apa ini yang akhirnya membuat gw memutuskan berjalan kaki pulang ke kosan…
GW jadi inget obrolan sama anak2 PSIK kemaren soal pendidikan.. menguitip kata2nya MT Zein kalo ga salah..
yang dipikirkan cuma anak PINTAR yang ga mampu. kalo anak BODOH yang MISKIN? apa ga usah dipikirin….[!!]
Uncategorized | Comments (3)