trp.. yeah…
saya menemukan nama saya di antara 36 orang yang katanya
Candidates who are selected in Schlumberger Talent Recognition
Program.
ada di nomer urut 13. kayak dua angka di belakang nim saya. 13405113.
hehehe..
thx God.
Uncategorized | Comments (4)ITB didemo
ekitar jam etengh 12an, ada 200 orangan datang dan berorasi di depan gerbang ITB. menuntut penolakan pembangunan PLTS di gedebage.
Kenapa ke ITB? karena ide oal PLTS ini datang dari ITB dan pengujia kelayakanya juga ditangani ITB.
Kenapa protes? karena pembangunan PLTS ini di daerah pemukiman. di mana anak2 butuh udar segar dan lahan bermain.
‘Kami tahu kalian semua itu pintar-pintar. dan kami ini bodoh- bodoh tidak mengerti apa-apa. tapi di mana hati nurani kalian?’
‘Mahasiswa, kami masih berharap pada kalian. TUnjukan kepedulian kalian!’ [bahkan ga banyak mahasiswa ITB tahu soal ini.]
‘Apakah ini yang namanya kaum intelektual? ITB itu pengecut! semua ITB pengecut!’
‘Apa mau kita barter saja, sampahnya dipindahkan ke ITB’
‘Siapa yang merancang? Planologi ITB!’
‘Kalau Bung Karno sampai tahu apa yang sekarang terjadi, beliau pasti akan melaknati ITB!’
‘iTB, rektor kalian itu ngawur!’
titik,,
titik,,
titik,,
rasanya sesek banget,,,
gw ga tahu siapa yang salah.. gw ga tahu siapa provokatornya..
yang gw tahu, tembok antara para intelektual dan msyarakat tiba2 terlihat begitu kokoh, tegap berdiri menantang siapapun yang ingin melompatinya.
gw marah!
marah sama siapa tapi?
rektorat? percuma..
masyarakat? ini lagi..
Tuhan? boleh ga?
Yang susah2 membujuk agar cara birokratis ITB dan cara tancap gas para pendemo agar bisa ngobrol barang sebentar saja si hanif, iva, aan, temen2 gw itulah yang nyalinya segede bagong. agak kecewa juga dengan pihak ITB yang ga humble ngehadapin ini. dan geram sama demonstran yang terkesan aga salah sasaran. beringas banget.. apalagi kata-katanya ke ITB yang sarkas..
tapi butuh,,
ITB!! ganesha 10!!
bahkan rakyat sendiri memaki..
jadi, mau ngapain lagi kita sekarang???
hah??
-penuh dengan emosi dan air mata di dalam hati.. ***lah,,-
Uncategorized | Comments (5)kopi dangdut,, jangan berhenti!!
iya,, jangan berhenti sekarang..
memang di depan, pasti bakal banyak banget kacrut2 bertebaran dipinggir ajaln dan sialnya kitalah yang musti memungut.
tapi kalau berhenti sekarang, kita ayang akan jadi kacrut dan dipungut orang-orang.
iya kalo ada orang yang akhirnya datang dan mungut kita.
tapi kalo mau jadi kacrut, itu terserah.
gw sih ga mau.. hahahaha
..
by the way,
tadi malem gw dangdutan sama bokap gw di hotel putri gunung di lembang..
kopi dangdut..
gw jatuh cinta dengan lagu itu..
full of passion..
romantic..
"
| Kala kupandang kerlip bintang nun jauh disana Saat kudenger melodi cinta yang menggema Terasa kembali gelora jiwa mudaku Karna tersentuh alunan lagu semerdu kopi dangdut |
Not the lyrics to "KOPI DANGDUT" ?, Please report that below. |
|
Api asmara yang dahulu pernah membara Semakin hangat bagai ciuman yang pertama Detak jantungku seakan ikut irama karna terlena oleh pesona alunan kopi dangdut |
Is this song NOT from DANGDUT ? Would you report that? |
|
Irama kopi dangdut yang ceria Menyengat hati menjadi gairah membuat aku lupa akan cintaku yang telah lalu |
If you can not find the lyrics you want, You may want to request them. |
|
Api asmara yang dahulu pernah membara Semakin hangat bagai ciuman yang pertama Detak jantungku seakan ikut irama Karna terlena oleh pesona alunan kopi dangdut |
"
yeah baby,, kopi dangut,jangan berhenti!!
Uncategorized | Comment (0)kapan sedihnya?
Beberapa orang nanya ke gw.
"kenapa sih lo itu rame dan ga biasa diem. kapan sih sedihnya?"
kesimpulannya:
1. orang yang nanya belum kenal gw, jadi ga pernah liat gw menggila
2. gw memang lagi overacting jadi ketwa dan ngegaring mulu jadi dia mikirnya gw ga pernah sedih.
3. gw memang bermuka dua, hahaha.. both extrovert and introvert.
tapi gw memang memiliki masalah kejiwaan serius,,
jangan smpe gw marah ato frustasi..
bahaya..
cuman sekarang gw lagi pingin ketawa2..
gw pingin org2 di deket gw seneng,,,
gw pingin kayak temen2 gw..
ga mikirin hal2 yang itu…
hualah..
smangat.. smangat1!
Uncategorized | Comment (0)song of the day!
So : the choice I have made
May seem strange to you
But who asked you, anyway ?
It’s my life to wreck
My own way
You see : to someone, somewhere, oh yeah …
Alma matters
In mind, body and soul
In part, and in whole
Because to someone, somewhere, oh yeah …
Alma matters
In mind, body and soul
In part, and in whole
So the life I have made
May seem wrong to you
But, I’ve never been surer
It’s my life to ruin
My own way
You see : to someone, somewhere, oh yeah …
Alma matters
In mind, body and soul
In part, and in whole
Because to someone, somewhere, oh yeah …
Alma matters
In mind, body and soul
In part, and in whole
To someone, somewhere, oh yeah …
Alma matters
In mind, body and soul
Part, and in whole
So to someone, somewhere, oh yeah …
Alma matters
In mind, body and soul
Part, and in whole
To someone, somewhere, oh yeah …
Oh yeah …
Oh yeah, oh yeah
-morrissey-
Uncategorized | Comment (0)cerita pendek di kala hujan
[sedang hujan gerimis, ada kopi dan rokok, tanpa teh manis hangat,tapi ada kecap kok]
“gw suka sama lo”
“lo tahu kan kalo gw udah punya (menyebut sebuah nama)..”
“gw tetap suka sama lo. karena gw memang suka sama lo yang punya pacar.”
“terus ngapain lo bilang2 ke gw. toh ga bakal ada apa2.”
“dengerin.
gw punya masalah ama lo.
masalahnya gw suka sama lo.
soal lo suka ama gw ato enggak, itu bukan urusan gw..”
“ok.”
“ok juga.”
[hening. hening. hening..]
“gw tetep penasaran kenapa lo bilang itu ke gw.”
“kenapa? apa yang salah?”
“hmm, gw memang seneng berada di deket lo. mungkin itu bikin sikap gw jadi lebih gimana ke elo. tapi lo jangan salah sangka, gw ga ada maksud apa-apa.”
“lah,, kan tadi gw bilang , itu bukan urusan gw.”
[hening.hening.hening..]
“kok lo ga seneng sih? gw kan ternyata juga senang kalo bareng sama lo.”
“hehe.. ya gimana,, lo ga usah seneng ama gw, gw juga uda seneng kok. ngobrol ama lo gw seneng. ketemu ama lo gw seneng. ngegaring bareng gw seneng. ngeliat lo pacaran aja gw seneng.”
“lo itu… munafik. masak sih ga mau lebih, cuma bisa suka doang.”
“mungkin gw munafik. ga ada masalah dengan itu.”
“uda berapa orang lo giniin?”
“diginiin?”
“iya, lo giniin. lo bikin gantung.”
“apanya yang gantung? gw cuma bilang gw suka.”
“uda berapa lama lo suka gw”
“hahaha,, emangnya kantor ada waktu buka ama tutup.”
[hening..hening..garing..]
“gw sayang banget sama (menyebut sebuah nama)!”
“gw tahu.”
“gw ga bisa mutusin dia dan membuka pintu buat lo.”
“emang kantor, ada pintunya…”
“gih sana ke kantor, belum tutup nih, belum jam 4..”
“ayok.. hahahahaha”
” hahahahahaha”
” goblok…”
“gw serius.”
“gw (menyebut nama diri)”
“dasar garing!! capek de.”
[beberapa orang datang. suasana jadi ramai, pembicaraan terputus dan tidak pernah berlanjut sampai beberapa bulan ke depan]
“gw lagi berantem sama (menyebut sebuah nama)”
“katanya sayang, kok berantem. payah.”
“lo kan ga puya pacar,, kalo gw ceritain paling lo juga nyela2 gw, lo mana ngerti..”
[diam sesaat]
“duh.. jadi sedih nih.”
“gara2 gw berantem sama pacar gw ya. ga usah kok. gw hargai empati lo. hehehe”
“.. gw berharap lo putus, dan itu jahat. makanya gw sedih. padahal kan gw (menyebut nama diri)”
-pletak (gelas akua dilempar)-
“gw pikir serius, sialan lo..”
“serius sedihnya”
[hening lagi. lama sekali.]
[kehidupan berjalan seperti biasa, kerap bertemu, tapi ya sudah itu saja,, bulan berlalu, sebulan, dua bulan, empat bulan, sampai akhirnya ada momen buat ngobrol berdua]
“capek ya?”
“ngantuk gw. lo ga balik?”
“ga, tidur sini, besok subuh kan musti kerja lagi, lo ga balik?”
“bentar lagi”
“btw, gmana lo ama (menyebut sebuah nama). gw dpt shift bareng dia melulu nih. anaknya menyenangkan. Dan.. dia sayang banget ama lo”
“jangan bilang lo belum tahu.”
“eh?”
“(menyebut nama lawan bicara)! selama ini kita ngapa2in bareng-bareng dan lo ga tahu. ampun de..”
“gw bener2 ga tahu”
“gw udah ga sama dia lagi. uda 2 bulanan ini..”
“wow,, gw sampe2 ga tahu, mejik bgt. pantesan kalo ngomongin lo mukan jadi mellow gitu. goblok banget gw!”
“bukannya mustinya lo up to date soal gw?? hohohoho”
“sejak kapan lo narsis begini,,”
[ tiba-tiba menjadi hening. hangat rasanya]
“ini pertanyaan aneh, tapi,, lo masih suka ama gw? hehehe…”
“enggak, gw (menyebut nama diri)”
“buset… uda jaman kapan sekarang,,, masih ngetren ya begituan??”
[memang benar2 garing]
“ya, menurut lo sendiri gimana? gw masih suka ama lo?”
“menurut gw, lo itu (menyebut nama lawan bicara)”
“hahahahahahaha.. ngikut2″
“hahahahahahaha..”
“ngomong2, siapa yang mutusin? tak pa2 kan nanya2?”
“ga usah dibahaslah,,, itu sudah basi”
“…. karena?”
“ye,, ngotot..”
“iya, jadi kenapa putus”
“cerita ga ya.. cerita ga ya…”
“yasuw,, kalo ga mau”
“gw pikir, apa yang ada antara gw dan dia semakin absurd. gw menikmati kegiatan gw, dan dia ga bisa ngerti kenapa gw lebih memilih menghabiskan waktu buat ini itu daripada buat dia.”
“geblek,, malah cerita,, hahaha…lagian gw ga ngerti juga soal begituan, gw kan ga punya pacar,,,”
-pluk, pulpen dilemar-
“ni orang, mau dengerin apa enggak??”
“ampun.. lanjut,,”
“masalahnya bukan cumaa itu. gw juga berpikir, mungkin karena .. hmmm,,, karena obrolan waktu itu ama lo.”
“bagian mananya?”
“ga tahu, mungkin bagian lo-nya dan bagian perasaan gwnya”
-pletak (botol dilempar)-
-plak (sepatu balas dilempar)-
[diam lama banget..]
“lo kok bodoh gitu sih”
” gw (menyebut nama diri)”
“hahahahahaha”
“hahahahahahaha..”
[hening.hening.hening..]
“trus sekarang lo mau ngapain?’
” merenung, menata hidup gw lagi. gw butuh di upgrade”
“hahahaha, secara lo dari dulu pentium 1/4… ya iyalah musti di upgrade,,,”
“cela aja terus,,,”
“tapi lo masih SAYANG sama dia ga?”
“gw tahu dia berhak akan sesuatu yang lebih baik.”
” hiyah… alasan buat putus yang penuh kepalsuan, bilang aja pingin yang baru. ckckckck..”
“berisik.”
[bintang bintang semakin terang, tumben ga hujan]
“gw udah puas dengan hubungan kita yang kayak sekarang kok”
“heh, jangan gr lo.. siapa bilang gw putus semata2 buat macarin lo?”
“ye.. lo juga yang jangan gr,, siapa juga yang ngiyain kalo lo mau macarin gw,,,”
“loh,, kan lo dulu suka ama gw, mustinya iya dong.”
“lah, lo bukannya juga seneng sama gw.”
“hahahahaha…”
“hahahahaha…”
[hening.hening. semakin garing]
“lo mau nunggu gw?”
“hahaha.. gw baru tahu kalo lo itu tukang pos, harus ditunggu”
“emang tukang pos musti ditunggu?”
“hahahahahaha”
“hahahahahaha”
[hening.hening.hening..]
“masih panjang,, ya gw emang suka ama lo. ga tahu sampai kapan. orang datang dan pergi dalam kehidupan gw dan juga lo. mungkin suatu ketika lo akan nemuin the one buat lo… tapi gw rasa untuk soal kita itu engga sekarang.”
“….”
“gw yakin lo sayang sama (menyebut sebuah nama), bentar lagijuga balik..”
“sebenernya gw ga bisa ngerti. gw nunggu momen ini, buat ngomongin hal ini ama lo sejak gw putus. tau ga? ketika lo datang dan tiba2 bilang lo suka ama gw, itu ngengganggu gw banget. gw udah ngerasa kayak selingkuh! begitu gw akhirnya memilih, lo malah ga ngasih respon apa-apa ke gw. lo itu,, aneh banget. gw juga ga bermaksud jadiin lo pacar gw, cuma kata2 lo barusan itu bikin gw merasa gw sudah melakukan kesalahan besar sama (menyebut sebuah nama).”
“lo maunya gimana?”
“ ini semua bukan karena akhir-akhir ini lo kerja ama dia kan..?”
” ya, kita liat aja nanti de. gw juga ga ngerti.”
“ terlalu cepet ya?”
“mustinya kayak lagunya john legend aja. We should take it slow. We’re just ordinary people. We don’t know which way to go. Cause we’re ordinary people, baby we should take it slow..”
“baby we should take it slow…..”
“hahahaha.. uda lama ga nyanyi bareng”
“hoahem.. iya.. kurang gitar..”
“ya, mungkin kita bakal bareng, mungkin enggak, ga masalah kok. hal ini ga seserius dan seberat yang lo kira. lo kan tahu gw ga nunggu apa-apa dari lo, gw ga minta apa-apa dari lo. I enjoy myself for being your admirer. I’m a weirdo. gw ga yakin lo bakal lebih enjoy ama gw kalo akhirnya ada apa-apa. I’m not your type, I guess. Menurut lo gimana?”
“..”
“yah, ni anak, tidur lagi. katanya mau balik?”
“gw ga kuat. ngantuk. sekalian nemenin lo deh.”
[percakapan berhenti. malam itu mereka tidur berdekatan, di antara yang lain yang juga pada kecapekan, di atas lantai dingin, dengan bantal tas masing-masing. Besoknya, salah satu sudah pergi duluan. Dan karena kesibukan masing-masing, jarang bertemu].
“hoi, ke mana aja?? ga pernah keliatan?”
“kerja!”
“halah..”
“sorry ya soal yang waktu itu.”
“ga pa2″
“gimana lo ama (menyebut sebuah nama)?”
“baik kok. ya standard orang pacaran de.”
“baguslah. masih seneng deket-deket gw tapi?”
“lah, elo, masih suka ga ama gw?”
“hahaha,, ga gw sangka gw bakal ngomongin soal beginian sama lo.”
“dia juga tahu soal elo kok, gw ceritain semua.”
“dia cemburu ga?”
“jelas enggak, lo sama dia ga bisa dibandingin, dia tahu itu. buang-buang waktu cemburu ama orang aneh kayak lo”
“jadi?”
“kita tetep temenan kan?”
“ya enggak. gw (menyebut nama diri) dan lo (menyebut nama lawan bicara). bukan temenan”
“hahahaha…..”
“hahahahaha…..”
(hatiku selembar daun, melayang jatuh di rumput. Nanti dulu, ada yagn masih ingin kupandang yang selama ini senantiasa luput. Sesaat adalah abadi, sebelum kau sapu tamanmu setiap hari. Sapardi)
Bandung 22 April 2007, waktu lagi hujan deres bgt,
Gitaditya.
iec.. iec.. (innovative entrepreneurship challenge)
Kemaren, seharian di jakarta untuk mengurusi IEC. bantuin stanley, si koordinator acara. jobdesc gw adalah bekerjasama dengan hamis memastikan semua peserta melakukan hal yang harus dilakukan, datang dengan selamat, pulang juga selamat.
Di sana, gw ketemu dengan berbagai macam orang dan berbagai macam benda baru: bakso bekicot, dendeng lele dumbo, boneka berambut rumput, islamic tamagochi, solar alga, komposternya si 13404, sampe business for kids (semacam program informal untuk blajar bisnis gitu). harapan dari acara ini, temen2 baru gw ini, dengan ide2 mereka yang lain daripada yang lain itu, ke depannya akan menjadi entrepreneur. malam itu, yang ikut pameran ada 17 kelompok. jadi, ada 17 rencana yang sudah tersusun rapih yang bila dilaksanakan dengan serius bisa memberi perubahan dalam hal ketenaga kerjaan menurut gw… mungkin sedikit, mungkin besar, entahlah..
yang jelas, gw tiba2 tersadar, bahwa ajang-ajang seperti ini memang harus ada di mana-mana. Mungkin sekarang belum terlalu menarik perhatian, tapi kita butuh ajang ini untuk mencari orang-orang yang cakap menangkap peluang untuk menciptakan lapangan pekerjaan, untuk menemukan sesuatu yang baru agar bisa dimanfaatkan buat kepentingan bersama, bukan semata untuk untung finansial diri sendiri.
gw sih berdoa semoga mereka benar-benar mau serius dengan apa yang mereka pamerkan malam. mungkin motivasi para peserta ini masih terfokus pada aspek finansial. tapi menurut gw ga masalah.. terbukanya lapangan pekerjaan kan pada akhirnya adalah akibat dari keseriusan mereka berusaha.. gw berdoa semoga ke depan nanti mereka bener2 bisa menjadi pembuka lapangan pekerjaan. menjadi entrepreneur, sama hal nya dengan pekerjaan-pekerjaan lain, bukanlah hal yang mudah. semoga mimpi2 itu ga berhenti sebatas tadi malam saja..
sebenarnya gw ga begitu paham soal urusan beginian. pandangan gw mungkin masih terlalu naif.. kayaknya musti cari tahu lebih banyak dan baca-baca buku lagi nie,,
yeah,,,
Uncategorized | Comments (3)rumit sekali
” coba lebih konsentrasi lagi.. ada 11 baju, trus yang warna merahnya berapa?”
“ga tahu,,,”
“nah, coba dibaca lagi.. liat ada berapa.. jadi yang merah berapa?”
“satu”
“berarti jumlah baju yang warnanya ga merah berapa?”
“sebelas”
….
“coba baca lagi… dia beli baju berapa?”
“sepuluh…? satu…?”
“… sebelas kan.. terus yang warna merahnya ada satu. berarti buat tahu jumlah yang warnanya ga merah, sebelas ini kita kurangin berapa?”
“… satu…”
“sip, pinter… terus sisanya berapa?”
“sepuluh,,”
“bagus. terus warna birunya berapa?”
“ih,, teteh mah,, ya ga tahu.”
“ok, gini de. sekarang kamu baca dulu soalnya pelan-pelan, habis itu kamu tutup bukunya, terus kamu ceritain ke aku ..”
…….
….
( dan sekarang tolong jelaskan lagi padaku… apakah pembelajaran itu sebenarnya?)
Uncategorized | Comment (1)tentang seseorang
Dia alumni ITB jurusan *****ka angkata 2***. Gw cuma sempet bareng-bareng dengan di di kampus ini satu tahun, karena juli 2006 kemaren dia lulus.
Sekarang kerja di Jakarta.
Menurut gw, orangnya ganteng. Tinggi, punya motor tiger warna hijau B **** JT dan suka pake jaket kulit hitam. Walaupun dia merokok dan ngaku kalo atheis, dia tetap menjadi sosok yang menarik di mata gw.
Dia ga pernah merasa "bertanggung jawab" kalo malem2 ada cewek yang musti pulang ke tempat yang angkotnya udah habis.
‘Bisa jalan kaki kan? ok kalo gitu.." dan dia pergi bwa helm pulang ke kosannya.
Dia juga sangat ‘kejam’ kalau mengutarakan pemikirannya. Selalu memulai sesuatu dari yang dasar banget. definisi. Wajar sih, buku2 yang dia baca banyak. Loyal banget kalau buat buku. Suka sama film west-wing.
Enggak mau menikah. sampai sekarang. belum ketemu alasan untuk menikah katanya. karena dengan menikah, dia harus membagi konsentrasinya untuk mencari kebenaran sejati dengan wanita dan anak2. (alasan yang engga banget, tapi kalo dia yang ngomong gw selalu bia menganggp itu logis).
dia membuat gw mngerti tentang ‘kemandirian’. tentang mencintai untuk membuat seeorang bebas. tentang membuat seeorang yang disayangi bisa bertahan untuk tekanan apapun walaupun kita tidak ada di sampingnya. tentang membuat seseorang tetap konsisten dengan konsekuensi yang dijalani tanpa harus mewek2. tentang membantu menghadapi kesedihan tanpa harus ikut menangis. tentang keberanian memilih. memilih kebijaksanaan dibandingkan kebahagiaan. dia membuat gw bergelut dengan banyak hal dalam diri gw, kecengengan gw, kemanjaan gw selama setahun ini.
terakhir bertemu dengannya, dia dingin.
setiap malam, ketika gw lelah dengan segala yang harus gw kerjakan, pilihan yang harus gw hadapi, ketika pingin nangis, gw begitu tergoda untuk menlfon atau mengsms dia. untuk bilang betapa gw kangen dia, kangen cerita sama dia.. dan dia ga pernah membalas..
tapi dua malam yang lalu, dia balas menelfon gw. dan dalam kecanggungan karena ditelfon, gw menemukan kegaguan gw untuk mengeluh.. entah mengapa. dan gw merasa dia senang mengetahui gw ga mehe2 seperti yang biasa gw lakukan dulu.. gw juga senang karen itu bila memang dia senang juga.
dia masih menjadi the man with the big M bagi gw. secara status kita memang uda h ga pacarn lagi, secara batin,,, siapa yang tahu,, ?? mungkin akan hilang dimakan waktu, atau mungkin dia masih menunggu di ujung sana entah kapan.. entahlah..
gw pernah menyayangi dia dengatn suangat. walau gw tahu perasaan gw ini tidak akan berakhir menjadi sesuatu yang diidam2kan banyak orang (baca:pernikahan). mungkin masih sampai sekarang. saking sayangnya, hanya bisa diungkapkan dengan diam. sunyi banget…
ya.. itulah sekilas tentang the Man gw,,, hohohohoho… (mellow mode:oFF)
aga2 menyeramkan memang.. selera gw emang aneh,, apa boleh buat..
:p
hehehehehe
malam masih panjang kawan.
kemaren di angkot, penumpangnya cuma 3 orang include gw. 2nya lagi adalah anak kecil sama ibunya yang bawa belanjaan banyak. dan inilah potongan percakapan yang bikin gw ga tenang sampe sekarang..
a: bu, aku mau masuk sd ya?
i: iya, setahun lagi.
a: kata bu guru sebentar lagi sd.
….
a: ibu, uang muka itu mahal ya?
i: uang muka apa dulu? motor? rumah?
a: uang muka masuk sd?
i: iya, mahal.
a: kalo gitu aku ntar nabung ya bu..
hening,,,
gw ga berani noleh ke arah mereka….
gw ga tahu musti ngapain, walaupun ga bisa ngapa2in juga sih..
—-
Uncategorized | Comments (2)