definitely (not) me
tadi pagi, gw berenang di sabuga,,
terus pulangnya keramas..
nah,, karena gw baru masuk kuliah siang,, gw bisa leha2..
tadinya pingin minjem hair-drier temen, biar rambut bisa cepet kering dan bisa tidur.. (^^)
tapi, yang punya lagi ga ad.
kebeneran, ada tukang sol lewat di depan kosan..
dan salah satu temen gw ada yang mau ngebenerin sepatunya,,
karena setelah itu dia mau mandi, gw disuruh nungguin..
nah, tukang solnya kan ngebenerin di luar gerbang kos gw..
sekarang bayangkan sebuah lorong, kiri nya tembok ruamh orang, kanannya tembok kosan gw,,, yang pemandangnnya kalo dilihat sesaat setelah gw keluar dari kosan gw adalah sawah,,
jadi sambil nungguin tukang sol, gw duduk2 di lorong itu. lorongnya bertangga-tangga, jadi enak buat duduk..
anginnya berhembus kenceng tapi sepoi.. )?).. kan strategis bgt buat ngeringin rambut hohoho…
sambil ngeringin rambut, gw ngeliatin tukang sol benerin sepatu. buat benerin 2 sepatu, dia dapat 11 ribu rupiah,, dia punya anak ga ya? dia punya keluarga ga ya?
dia makan siang ga ya?
pertanyaan itu gw simpen di hati..
bertanya tidak membuat dia jadi makan siang atau bikin anaknya jadi sekolah..
gw mengingat2 dia, dan gw berjanji,, kalo gw udah kerja nanti,, gw akan inget di negara indonesia ini ada berjuta2 orang kayak tukang sol sepatu ini…. dan mereka tanggung jawab gw..
oiya,, ada satu hal menarik lagi .. ternyata ayam jago itu selalu ngejagain ayam betina kalo lagi nyari makan…
sebuah kisah sedih lagi..
baru saja kemaren gw memulai investigasi tentang seseorang..
stdlah,, gebetan, single/ga, suka makan apa, suka baca apa..
eh,, dateng sendiri ceritanya ke gw sebelum gw berusaha,, hahahaha
yang jelas seleranya jauh dari gw.. hahaha… definitely not me.. ya, bisa nebaklah kayak gimana,, :p
hehehe.. tapi bukannya hal kayak gitu malah bikin kita ga dapet yang kita mau ya,,
maksud gw,, gw juga punya selera cowok ideal.. yang ini, yang itu,, dan entah kenapa gw selalu berurusan dengan orang-orang yang definitely not that..
cuman gw sekarang semakin platonis kok.. gw udah ga mematok secara fisik atau materil lagi.. dan gw rasa,, kalau kita bener2 suka ama seseorang,, yang paling baik adalah membiarkan dia menikmati hidupnya.. melihatnya bertumbuh dan tersenyum,,
huahuhauhaua… kok gw geli sendiri sih.. tapi itu dia.. menyenangkan rasanya… lo suka ama dia.. tapi lo ga mau dia tahu.. karena lo emang ga mau hubungan yang sdh menyenangkan itu hancur berantakan,,,
oke.. oke.. penutup..
sebenarnya sedih juga ketika tahu bahwa the "girl" is defionitely not me.. tapi yang gw tahu,,, apa yang gw kerjakan sekarang, apa yang gw miliki sekarang, apa yang gw pakai sekarang, apa yang gw impikan sekarang, apa yang gw cita2kan yeah… that’s definitely me..
thx the Force..
i have a dream,,
untu saat ini, yang ingin saya lakukan ketika saya lulus adalah…
keliling Indonesia, ke daerah2, ke usaha-usaha kecil menengah, melakukan analisis terhadap usaha mereka masing-masing, memberikan saran perbaikan, dan data2 penting tentang industri terkait kepada pemerintahan daerahnya.
cukup beri gw tempat tidur dan makan 3 kali sehari, sdikit pasokan listrik untuk laptop dan internet,,, dan pulsa buat hp..
semoga sautu saat nanti ketika para jenius datang untuk memperbaiki keadaan, mereka tidak kesusahan dengan hal2 remeh seperti data..
harus ada yang mau seperti itu,,
kalu mau maju dan membuka tembok tinggi antara UKM dan industri2 raksasa,,
kuliah di teknik industri bukan buat jadi budak pabrik2 perusahaan terkemuka saja kan,,
ya,, namanya juga mimpi..
Uncategorized | Comments (2)sedang apa sekarang?
Sedang larut dalam kesibukan tingkat tinggi dan entah mengapa sangat menikmatinya.. hehehe..
ga memikirkan lagi hal-hal aneh apalagi yang berhubungan dengan percintaan.
tadi ngeliat friendster seseorang dan ternyata dia sudah pacaran.. so sweet,,
sedang menikmati kesendirian, sedang kehilangan alasan untuk berbagi perasaan secara khusus..
dan sedang sedih .. without any reason.. pms i guess :p
sedang lapar.. tapi ga ada selera makan,,
sedang kurusan.. hahahaha…
sedang berusaha membuta halaman bulan desember lebih bermakna
mata hati - iwan fals
dalam sendiri coba mengerti
perjalanan ini tak terasa
di sini
aku di sampingmu begitu pasti
yang tak kumengerti masih saja
terasa sepi
matahari yang berangkat pulang
tinggal jingga tersisa di jiwa
bintang-bintang menyimpan kenangan
kita diam tak bisa bicara
hanya mata
hanya hati
hanya kamu
hanya aku
kemiskinan dan rasa syukur karena tidak miskin
Baru saja selesai membaca dua buah seri "Dilarang Miskin" karya Eko Prasetyo. Benar-benar membacnya. Bukan sekedar membaca.
Dan inilah yang timbul.
Entah harus bersyukur karena saya tidak ada di keadaan yang seperti itu.
Atau merasa bersalah karena hingga tahun yang ke 19 ini, saya masih belum memiliki suatu pemikiran apa pun untuk segala permasalah kemiskinan ini.
Tidak ada yang mau miskin, tapi bagaimana dengan mereka yang terlahir dengan keadaan seperti itu. Miskin.
Tidak ada yang mau miskin, tapi bagaimana dengan mereka yang kena bencana, kesempatan tertutup dan akhirnya bangkrut. Miskin.
Hukum alam tidak mengajarkan belas kasih. Kalau mau kaya ya kerja keras. Tapi sampai sekaya apa? apa batas kayanya? Dana apakah dengan demikian kita bisa lepas tanggung jawa terhadap kemiskinan di mana-mana itu.
Saya tahu, saya harus jadi orang sukses, penghasilan mampu menghidup mama-papa. Tapi saya juga tahu, ketika ada bayi meninggal karena kurang gizi, saya punya andil sepersekian dalam kejadian itu.
Coba cara ini.
Bersyukurlah kepada Tuhan sambil memejamkan mata dan membayangkan di sekeliling ada anak-anak cacat korban perang, anak-anak korban tsunami, korban penggusuran yang tidak bisa sekolah, busung lapar, kelaparan. Apa kita masih merasa pantas bersyuku karena kelimpahan dan kecukupan yang kita dapatkan bila meraka benar2 ada di sekeliling kita dan melihat kita bersukur? Maksudnya, pantas ga kita bersyukur karena bisa masuk ITB di depan teman-teman sebaya yang ga bisa sekolah karena rumah digusur dan kena bencana alam? bukankah itu seperti bersyukur di atas penderitaan orang lain? Apa yang seharusnya disyukuri kalau begitu? Entahlah. saya juga bingung, tapi saya berusaha untuk bersyukur untuk apa pun itu. dan memohon semangat untuk kehisupan yang kejam ini.
Kemiskinan, kemalangan, itu tanggung jawab siapa??
Uncategorized | Comment (0)